Selasa, 29 Mei 2012

Adab Bergaul Antara Lawan Jenis
Islam adalah agama yang sempurna, di dalamnya diatur seluk-beluk kehidupan manusia, bagaimana pergaulan antara lawan jenis. Di antara adab bergaul antara lawan jenis sebagaimana yang telah diajarkan oleh agama kita adalah:
1. Menundukkan pandangan terhadap lawan jenis
Allah berfirman yang artinya, “Katakanlah kepada laki-laki beriman: Hendahlah mereka menundukkan pandangannya & memelihara kemaluannya.” (QS. an-Nur: 30). Allah juga berfirman yang artinya,”Dan katakalah kepada wanita beriman: Hendaklah mereka menundukkan pandangannya & memelihara kemaluannya.” (QS. an-Nur: 31)
2. Tidak berdua-duaan
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah seorang laki-laki berdua-duaan (kholwat) dgn wanita kecuali bersama mahromnya.” (HR. Bukhari & Muslim)
3. Tidak menyentuh lawan jenis
Di dlm sebuah hadits, Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, “Demi Allah, tangan Rasulullah tak pernah menyentuh tangan wanita sama sekali meskipun saat membaiat (janji setia kepada pemimpin).” (HR. Bukhari). Hal ini karena menyentuh lawan jenis yang bukan mahromnya merupakan salah satu perkara yang diharamkan di dlm Islam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seandainya kepala seseorang ditusuk dgn jarum besi, (itu) masih lebih baik daripada menyentuh wanita yang tak halal baginya.” (HR. Thabrani dgn sanad hasan)
Jika memandang saja terlarang, tentu bersentuhan lebih terlarang karena godaannya tentu jauh lebih besar.
Salah Kaprah Dalam Bercinta
Tatkala adab-adab bergaul antara lawan jenis mulai pudar, luapan cinta yang bergolak dlm hati manusia pun menjadi tak terkontrol lagi. Akhirnya, setan berhasil menjerat para remaja dlm ikatan maut yang dikenal dgn “pacaran“. Allah telah mengharamkan berbagai aktifitas yang dapat mengantarkan ke dlm perzinaan. Sebagaimana Allah berfirman yang artinya, “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesugguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji & suatu jalan yang buruk.” (QS. al-Isra’: 32). Lalu pintu apakah yang paling lebar & paling dekat dgn ruang perzinaan melebihi pintu pacaran?!!
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah menetapkan utk anak adam bagiannya dari zina, yang pasti akan mengenainya. Zina mata adalah dgn memandang, zina lisan adalah dgn berbicara, sedangkan jiwa berkeinginan & berangan-angan, lalu farji (kemaluan) yang akan membenarkan atau mendustakannya.” (HR. Bukhari & Muslim). Kalaulah kita ibaratkan zina adalah sebuah ruangan yang memiliki banyak pintu yang berlapis-lapis, maka orang yang berpacaran adalah orang yang telah memiliki semua kuncinya. Kapan saja ia bisa masuk. Bukankah saat berpacaran ia tak lepas dari zina mata dgn bebas memandang? Bukankah dgn pacaran ia sering melembut-lembutkan suara di hadapan pacarnya? Bukankah orang yang berpacaran senantiasa memikirkan & membayangkan keadaan pacarnya? Maka farjinya pun akan segera mengikutinya. Akhirnya penyesalan tinggallah penyesalan. Waktu tidaklah bisa dirayu utk bisa kembali sehingga dirinya menjadi sosok yang masih suci & belum ternodai. Setan pun bergembira atas keberhasilan usahanya….
Iblis, Sang Penyesat Ulung
Tentunya akan sulit bagi Iblis & bala tentaranya utk menggelincirkan sebagian orang sampai terjatuh ke dlm jurang pacaran gaya cipika-cipiki atau yang semodel dgn itu. Akan tetapi yang perlu kita ingat, bahwasanya Iblis telah bersumpah di hadapan Allah utk menyesatkan semua manusia. Iblis berkata, “Demi kekuasaan-Mu, aku akan menyesatkan mereka semuanya.” (QS. Shaad: 82). Termasuk di antara alat yang digunakan Iblis utk menyesatkan manusia adalah wanita. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Tidaklah aku tinggalkan setelahku fitnah (ujian) yang lebih berbahaya bagi laki-laki daripada wanita.” (HR. Bukhari & Muslim). Kalaulah Iblis tak berhasil merusak agama seseorang dgn menjerumuskan mereka ke dlm gaya pacaran cipika-cipiki, mungkin cukuplah bagi Iblis utk bisa tertawa dgn membuat mereka berpacaran lewat telepon, SMS atau yang lainnya. Yang cukup menyedihkan, terkadang gaya pacaran seperti ini dibungkus dgn agama seperti dgn pura-pura bertanya tentang masalah agama kepada lawan jenisnya, miss called atau SMS pacarnya utk bangun shalat tahajud & lain-lain.
Ringkasnya sms-an dgn lawan jenis, bukan saudara & bukan karena kebutuhan mendesak adalah haram dgn beberapa alasan: (a) ini adalah semi berdua-duaan, (b) buang-buang pulsa, & (c) ini adalah jalan menuju perkara yang haram. Mudah-mudahan Allah memudahkan kita semua utk menjalankan perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar